Science

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Tube

Biologi

Fisika

Gaya Hidup

Hot News

Kelas 7

Kelas 8

Mengenal Atom

 Mengenal Atom

Atom adalah partikel terkecil dari suatu unsur yang masih memiliki sifat-sifat kimia unsur tersebut. Atom terdiri dari tiga jenis partikel dasar, yaitu proton, neutron, dan elektron, yang masing-masing memiliki peran penting dalam menentukan sifat atom. Berikut adalah bagian-bagian utama atom:

1. Inti Atom (Nukleus):

  • Proton: Partikel bermuatan positif (+). Jumlah proton dalam inti atom menentukan nomor atom dan identitas unsur. Misalnya, hidrogen memiliki 1 proton, sementara karbon memiliki 6 proton.
  • Neutron: Partikel yang tidak bermuatan (netral). Neutron membantu menstabilkan inti atom dan berperan dalam isotop (variasi unsur yang memiliki jumlah neutron berbeda).

2. Elektron:

  • Elektron: Partikel bermuatan negatif (-) yang mengelilingi inti atom dalam lapisan atau orbit. Elektron bergerak sangat cepat di sekitar inti dan bertanggung jawab atas interaksi kimia atom dengan atom lain. Jumlah elektron pada atom netral sama dengan jumlah proton.

Gambaran Struktur Atom:

Atom bisa dibayangkan seperti sistem tata surya mini. Inti atom (terdiri dari proton dan neutron) adalah pusat atom, dan elektron bergerak mengelilinginya dalam orbit. Namun, tidak seperti planet yang bergerak dalam lintasan tetap, elektron berada dalam awan elektron, yang merupakan wilayah probabilitas di mana elektron kemungkinan besar ditemukan.

Komponen Utama Atom:




Sifat Dasar Atom:

  • Atom secara keseluruhan bersifat netral karena jumlah proton (bermuatan positif) sama dengan jumlah elektron (bermuatan negatif).
  • Atom dapat kehilangan atau mendapatkan elektron, membentuk ion (atom bermuatan). Jika atom kehilangan elektron, ia menjadi kation (ion positif), dan jika atom mendapatkan elektron, ia menjadi anion (ion negatif).

Ukuran Atom:

Atom sangat kecil, dengan ukuran rata-rata sekitar 0,1 hingga 0,5 nanometer (1 nanometer = 1 miliar meter). Karena itu, atom tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, tetapi bisa dipelajari menggunakan alat khusus seperti mikroskop elektron.

Peran Atom dalam Kimia:

Atom adalah blok bangunan dari semua materi di alam semesta. Semua zat yang kita lihat dan sentuh, dari air hingga udara, terdiri dari atom-atom yang saling berikatan membentuk molekul. Ketika atom-atom bergabung melalui reaksi kimia, mereka membentuk zat yang lebih kompleks, seperti senyawa kimia.

Kesimpulan: Atom adalah unit dasar dari materi yang terdiri dari inti atom (proton dan neutron) serta elektron yang mengelilinginya. Atom merupakan dasar dari semua unsur dan memainkan peran utama dalam berbagai reaksi dan sifat kimia.



Nomor atom dan nomor massa adalah dua konsep penting dalam memahami sifat unsur dalam tabel periodik. Berikut adalah penjelasannya:

1. Nomor Atom (Z)

  • Definisi: Nomor atom adalah jumlah proton dalam inti atom suatu unsur.
  • Pentingnya: Nomor atom menentukan identitas unsur tersebut. Misalnya, unsur dengan nomor atom 1 adalah hidrogen, sementara nomor atom 6 adalah karbon.
  • Lokasi di Tabel Periodik: Nomor atom biasanya ditulis di atas simbol unsur dalam tabel periodik.

Contoh:

  • Hidrogen (H) memiliki nomor atom 1, artinya ada 1 proton dalam inti atom hidrogen.
  • Oksigen (O) memiliki nomor atom 8, artinya ada 8 proton dalam inti atom oksigen.

2. Nomor Massa (A)

  • Definisi: Nomor massa adalah jumlah total proton dan neutron dalam inti atom.
  • Rumus : Nomor Massa = Jumlah Proton+Jumlah Neutron
  • Pentingnya: Nomor massa menunjukkan massa atom suatu unsur. Proton dan neutron memiliki massa hampir sama, sementara massa elektron sangat kecil sehingga bisa diabaikan.

Contoh:

  • Isotop karbon yang paling umum adalah karbon-12 (⁶C), yang memiliki 6 proton dan 6 neutron. Jadi, nomor massa karbon-12 adalah 12.
  • Oksigen-16 (⁸O) memiliki 8 proton dan 8 neutron, jadi nomor massanya adalah 16.

Hubungan Nomor Atom dan Nomor Massa:

  • Nomor atom (Z): Menentukan identitas unsur dan posisinya dalam tabel periodik. Setiap unsur memiliki nomor atom yang unik.
  • Nomor massa (A): Bervariasi antara isotop unsur yang sama karena isotop memiliki jumlah neutron yang berbeda. Misalnya, karbon memiliki isotop karbon-12 (6 proton dan 6 neutron) dan karbon-14 (6 proton dan 8 neutron).

Contoh Tabel:


Kesimpulan:

  • Nomor atom: Jumlah proton, yang menentukan identitas unsur.
  • Nomor massa: Jumlah proton + neutron, yang menentukan massa atom.

Tabel periodik biasanya menyajikan nomor atom untuk setiap unsur, sementara nomor massa sering dinyatakan dalam bentuk massa atom rata-rata yang mempertimbangkan berbagai isotop dari unsur tersebut.

ATOM Bermuatan (ION)

Atom bermuatan disebut ion. Ion terbentuk ketika atom kehilangan atau mendapatkan elektron, sehingga jumlah elektron tidak lagi seimbang dengan jumlah proton. Karena proton bermuatan positif dan elektron bermuatan negatif, perubahan jumlah elektron menyebabkan atom memiliki muatan. Ada dua jenis ion:

1. Kation (Ion Bermuatan Positif):

Atom yang kehilangan elektron akan memiliki lebih banyak proton daripada elektron, sehingga muatannya menjadi positif. Ion ini disebut kation.

Contoh:

  • Atom natrium (Na) kehilangan 1 elektron menjadi Na⁺.
  • Atom magnesium (Mg) kehilangan 2 elektron menjadi Mg²⁺.

2. Anion (Ion Bermuatan Negatif):

Atom yang mendapatkan elektron akan memiliki lebih banyak elektron daripada proton, sehingga muatannya menjadi negatif. Ion ini disebut anion.

Contoh:

  • Atom klor (Cl) mendapatkan 1 elektron menjadi Cl⁻.
  • Atom oksigen (O) mendapatkan 2 elektron menjadi O²⁻.

Dalam keadaan netral, atom memiliki jumlah proton dan elektron yang sama, sehingga muatannya seimbang. Namun, ketika elektron ditambahkan atau dihilangkan, atom tersebut menjadi bermuatan.

Contoh Sederhana:

  • Na (netral): 11 proton, 11 elektron.
  • Na⁺ (kation): 11 proton, 10 elektron → bermuatan positif.
  • Cl (netral): 17 proton, 17 elektron.
  • Cl⁻ (anion): 17 proton, 18 elektron → bermuatan negatif.

Ion-ion ini berperan penting dalam berbagai proses kimia, seperti pembentukan garam (Na⁺ + Cl⁻ → NaCl) dan aliran listrik dalam larutan (elektrolit).


Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan

Setiap makhluk hidup berkembang biak untuk melestarikan jenisnya, termasuk tumbuhan. Cara berkembang biak tumbuhan terbagi menjadi dua, yakni vegetatif dan generatif.

Perkembangbiakan tumbuhan yang tidak memerlukan campur tangan manusia adalah perkembangbiakan secara alamiah.

Sedangkan perkembangbiakan tumbuhan dengan bantuan manusia adalah perkembangbiakan buatan. Umumnya perkembangbiakan buatan tumbuhan terjadi secara vegetatif.

Umumnya perkembangbiakan buatan tumbuhan terjadi secara vegetatif.

Berikut penjelasan mengenai perkembangbiakan tumbuhan, baik secara generatif maupun vegetatif.

Perkembangbiakan Vegetatif pada Tumbuhan dan Contohnya

Perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan tumbuhan tanpa proses penyerbukan. Perkembangbiakan vegetatif terbagi menjadi dua, yakni alami (tanpa bantuan manusia) dan buatan (dengan bantuan manusia).

Berikut beberapa cara berkembang biak tumbuhan vegetatif, 

1. Perkembangbiakan Vegetatif Alami

a. Umbi Lapis


Di antara lapisan yang ada pada umbi lapis, terdapat bakal tunas. Bakal tunas pada umbi lapis yang ditanam akan tumbuh menjadi tunas.

Tunas tersebut kemudian akan tumbuh menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan dengan cara berkembang biak seperti ini adalah bawang putih dan bawang bombay.

b. Spora


Spora adalah inti sel, akan tetapi pada perkembang biakan vegetati alami, inti sel ini akan berubah menjadi alat perkembangbiakan.

Spora berada di kotak spora (sporangium), yang mana kotak spora terletak di dalam sorus, yakni kumpulan kotak spora.

Apabila sporangium pecah, spora akan jatuh ke tempat yang cocok dan akan menghasilkan tumbuhan baru. Salah satu contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan spora adalah tumbuhan paku.

c. Tunas Adventif


Tunas adventif adalah tumbuhan yang tidak tumbuhan dari batang, melainkan pada bagian tumbuhan lainnya.

Tunas dapat tumbuh di daun atau akar tumbuhan, yang nantinya tunas tersebut nantinya akan menjadi tumbuhan baru. Contoh tumbuhan yang memiliki tunas adventif adalah sukun dan cemara.

d. Akar Tinggal (Rimpang)


Akar tinggal atau rimpang adalah batang yang tumbuh secara mendatar di dalam tanah. Akar tinggal terdiri dari ruas-ruas dan setiap bagian buku ruas dapat menjadi tumbuhnya tunas baru. Contoh tumbuhan berkembang biak dengan akar tinggal adalah jahe dan kunyit.

e. Geragih


Geragih adalah batang yang tumbuh menjalar di atas permukaan tanah. Menyerupai akar tinggal, geragih juga terdiri atas ruas-ruas.

Ruas-ruas tersebut akan menjadi tempat tumbuhnya tunas dan akar baru. Salah satu contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan geragih adalah stroberi.

2. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan

a. Stek/Setek

Stek adalah cara perkembangbiakan yang menggunakan bagian daun atau batang tumbuhan. Cara memotong bagian tumbuhan yang akan distek akan memengaruhi hasil stek.

Stek Batang

Stek Daun

Pemotongan batang secara miring lebih bagus daripada pemotongan secara lurus atau rata. Jika penampang batang berukuran lebih lebar, maka jumlah akar yang tumbuh akan lebih banyak.

Akar yang banyak akan memiliki kemampuan menyerap air lebih banyak. Tidak hanya itu, tumbuhan juga menjadi lebih kokoh dan tumbuh subur.

b. Cangkok


Cara melakukan cangkok adalah dengan mengelupas bagian lapisan kulit batang dan menghilangkan kambium pada batang.

Selanjutnya batang dibungkus menggunakan serabut kelapa atau dapat juga diberi plastik yang sudah dilubangi.

Dalam waktu beberapa minggu, pada batang yang dicangkok akan muncul akar. Dengan demikian batang tersebut siap untuk ditanam.

Perlu diketahui bahwa tidak semua tumbuhan dapat dicangkok. Hanya tumbuhan yang berkambium yang dapat dicangkok. Tumbuhan juga harus dalam keadaan tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

c. Mengenten/Sambung

Perkembangbiakan buatan ini dilakukan dengan menggabungkan dua jenis tanaman yang berbeda, tetapi dengan bagian akar dan pokok batang berasal dari satu tanaman.


Cara berkembang biak mengenten dilakukan untuk menggabungkan dua sifat unggul dari dua jenis tanaman.

Contohnya, salah satu tumbuhan memiliki buah dengan rasa manis, sedangkan lainnya memiliki keunggulan akar yang kuat tetapi buahnya tidak manis. Maka metode mengenten pada kedua tersebut akan menghasilkan tumbuhan berakar kuat dan berbuah manis.

Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan dan Contohnya

Dijelaskan dalam buku Saya Ingin Pintar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VI Semester I Sekolah Dasar oleh Momon Sulaeman, perkembangbiakan generatif pada tumbuhan dapat terjadi apabila sel jantan dan sel betina bertemu sehingga terjadi pembuahan.

Proses pembuahan diawali dengan menempelnya serbuk sari pada kepala putik. Peristiwa ini disebut dengan penyerbukan

Benang sari adalah sel kelamin jantan pada tumbuhan, sedangkan putik adalah sel kelamin betina pada tumbuhan.

Benang sari terdiri diri dari tangkai sari dan kepala sari, di mana di dalamnya ruang berisi serbuk sari.

Serbuk sari yang ada di benang sari berperan sebagai sel kelamin jantan saat terjadi pembuahan. Sementara putik terdiri atas bakal buah, tangkai putik, dan kepala putik.

Berdasarkan kelengkapan alat perkembangbiakan, bunga terbagi menjadi dua, yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.

Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki dua sel kelamin, sedangkan bunga tidak sempurna hanya memiliki salah satu sel kelamin, baik benang sari ataupun putik.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penyerbukan

Penyerbukan merupakan awal tahap terjadinya pembuahan. Tahap ini dapat terjadi karena bantuan yang berasal dari luar.

Bantuan-bantuan tersebut dapat berasal dari angin, air, hewan, dan juga tumbuhan.

- Bantuan penyerbukan oleh angin

Angin dapat menggerakkan bunga yang memiliki kepala sari mudah goyang. Hal ini tentunya dapat membantu tumbuhan dalam proses perkembangbiakan.

Tidak hanya itu, serbuk sari yang dihasilkan juga banyak, ringan, dan kering. Beberapa tumbuhan yang perkembangbiakannya dibantu oleh angin adalah, padi, jagung, dan rumpur.

- Bantuan penyerbukan oleh air

Air juga dapat membantu proses perkembangbiakan tumbuhan, baik air hujan ataupun air sungai. Bantuan air dalam pertemuan benang sari dan putik dapat terjadi pada beberapa jenis tumbuhan darat dan tumbuhan air.

- Bantuan penyerbukan oleh hewan

Ada beberapa hewan yang turut membantu proses perkembangbiakan tumbuhan di antaranya kupu-kupu, lebah, semut, siput, tikus, dan kelelawar.

Penyerbukan dengan bantuan hewan terjadi pada beberapa tumbuhan seperti, mangga, jeruk, dan jambu.

- Bantuan penyerbukan oleh manusia

Penyerbukan dengan bantuan manusia merupakan satu-satunya penyerbukan yang termasuk dalam perkembangbiakan generatif buatan.

Bantuan manusia biasanya diberikan secara sengaja, yakni dengan mempercepat tanaman dalam menghasilkan keturunan.

Tahap setelah penyerbukan adalah masuknya serbuk sari ke saluran yang ada di tangkai putik menuju bakal buah. Dalam perjalanannya menuju bakal buah, serbuk sari berubah menjadi spermatozoa. Paling sedikitnya, akan ada dua spermatozoa yang sampai ke bakal buah.

Ketika sampai di bakal buah, maka terjadi tahap pembuahan, yakni salah satu spermatozoa membuahi sel telur sehingga terjadi menghasilkan zigot. Semetara spermatozoa lainnya akan membuahi sel lain yang selanjutnya akan berkembang menjadi jaringan-jaringan pada biji. Secara bersamaan, di dalam buah akan terbentuk biji dan bakal buah berkembang menjadi buah.

Biji sebagai Alat Perkembangbiakan Generatif

Biji yang terbentuk hasil tahap penyerbukan dan pembuahan akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Hal ini dikarenakan adanya embrio di dalam biji tersebut.

Ada tumbuhan yang memiliki satu keping biji dan ada juga yang dua. Baik satu ataupun dua keping biji, keduanya memiliki embrio yang memiliki bakal tunas dan bakal akar.

Apabila tumbuhan tumbuh dan berkembang di tempat yang baik, maka bakal tunas akan tumbuh terus menerus menjadi tunas dewasa.

Apabila biji matang ditanam, maka biji akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Kotiledon adalah makanan yang dibutuhkan pada tahap awal pertumbuhan.

Kemudian secara berkala tanaman baru tersebut akan membentuk daun. Setelahnya, tumbuhan akan siap untuk membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis.


Larutan Asam, Basa, dan Garam


Pada pembahasan sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa contoh campuran homogen   adalah larutan. Pada dasarnya larutan yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari, dapat kita kelompokkan menjadi larutan yang bersifat asam, basa, atau garam. Larutan seperti cuka, sirop, penghilang noda, sabun cuci, sabun mandi, soda kue, dan garam dapur adalah contoh larutan asam, basa, atau garam yang banyak kita jumpai setiap hari

A. Asam
Tentu kita telah mengenal larutan asam dalam kehidupan sehari-hari. Asam banyak ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran. Contohnya, seperti jeruk, lemon, tomat, dan sayuran. Pada saat memasak di dapur, tentu kita mengenal salah satu bahan penambah rasa makanan, yaitu cuka dapur yang mengandung asam asetat. Aki pada kendaraan bermotor mengandung asam sulfat. Asam dalam lambung kita berfungsi membantu proses pencernaan bahan makanan. Masih banyak contoh senyawa asam lainnya yang kita kenal dalam kehidupan sehari-hari. Dari beberapa contoh larutan asam yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, bagaimana cara kita mengidentifikasi larutan asam?
Berikut ciri atau tanda dari larutan asam:
      1. Rasanya asam.
      2. Dapat menimbulkan korosif.
      3. Mengubah kertas lakmus biru menjadi merah.

B. Basa
Basa merupakan larutan yang banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, misal   sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, obat maag, dan pupuk. Dalam penggunaan sehari-hari, pada umumnya basa dicampur dengan zat lain.
Bagaimana cara kita mengidentifikasi larutan basa?
                                                                                                                       Berikut sifat basa:
  1. Terasa licin di kulit dan berasa agak pahit.
  2. Mengubah kertas lakmus merah menjadi biru.

Dalam kehidupan sehari-hari, larutan asam sering direaksikan dengan larutan basa yang  menghasilkan senyawa netral atau dikenal dengan reaksi netralisasi. Larutan basa akan menetralkan larutan asam yang membentuk air (H2O). Selain membentuk H2O, pada reaksi netralisasi dihasilkan juga garam. Beberapa contoh penerapan reaksi netralisasi dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk pengobatan bagi penderita sakit maag, melindungi kerusakan gigi dan pengolahan tanah pertanian.

C.  Garam
Jenis senyawa garam yang paling kita kenal adalah garam dapur atau nama senyawa kimianya natrium klorida (NaCl). Garam ini banyak digunakan dalam pengolahan makanan. Bagaimana senyawa garam dapat terbentuk? Salah satu reaksi yang dapat membentuk garam adalah reaksi asam dan basa atau reaksi netralisasi. Pada reaksi netralisasi tersebut dihasilkan garam dan air.
      Asam + Basa→ Garam + Air
Garam secara luas digunakan dalam kehidupan sehari-hari antara lain untuk industri pupuk, obat-obatan, pengolahan makanan, dan bahan pengawet.

      Indikator alami
  Berbagai jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai indikator alami. Tumbuhan yang termasuk indikator alami akan menunjukkan perubahan warna pada larutan asam ataupun basa. Beberapa contoh tumbuhan yang termasuk indikator alami adalah kunyit, bunga mawar, kubis merah, kubis ungu, dan kembang sepatu

Guru Abad 21, Belajarlah dari Cokroaminoto, Ki Hajar dan Muslimah

Oleh Indy Hardono

KOMPAS.com - HOS Cokroaminoto dan Ki Hajar Dewantara memang tidak hidup di abad 21. Muslimah pun sudah pensiun sebagai guru pada saat konsep '21st Century Skills' menjadi jargon baru di dunia pendidikan. 

Boleh jadi, istilah collaboration, creative thingking and problem solving, self direction, communication, dan global awareness pun tidak sempat mereka kenal. Namun, pada kenyataannya, keterampilan-ketrampilan itulah yang mereka ajarkan kepada anak didiknya. Maka, jelas sekali, bahwa 'Keterampilan Abad 21' itu sebenarnya bukan konsep 'baru'. 

Ya, kita memang sering lebih percaya pada suatu konsep dan gagasan jika berasal dari barat, yang dikemas dengan istilah-istilah keren nan canggih. Cokroaminoto, Ki Hajar Dewantara dan Muslimah membuktikan bahwa guru tidak cukup hanya memiliki ilmu akademis dan pedagogis. Guru juga harus seorang pembelajar (learner) seorang among (collaborator, communicator, adaptor) sekaligus pamong (leader), berani memberi tantangan bagi muridnya (risk taker), sebagai panutan (model), serta punya visi jauh ke depan (visionary). Sejatinya, itulah yang sekarang ramai dibicarakan sebagai '21st Century Educator'.

Saat ini banyak sekolah dan perguruan tinggi, bahkan pemerintah seakan berlomba menerjemahkan konsep tersebut dengan merancang materi pengajaran yang mempunyai aroma '21st Century Skill'. Mereka merujuk ke berbagai hasil riset dari para pakar pendidikan barat atau menghadiri seminar-seminar internasional. Padahal, jika mau sedikit peka dan jeli, kita dapat banyak belajar dan menelaah konsep "mendidik" yang berakar dari nilai-nilai luhur bangsa ini dan telah diterapkan para pendidik nasional kita.

Ujung tombak

Guru adalah ujung tombak pendidikan nasional. Bukan kurikulum, bukan buku paket, bukan fasilitas lengkap dan canggih. 

Seberapa sering isu tentang peningkatan kualitas guru dan dosen diperdebatkan di acara-acara talk show di televisi? Seberapa sering kita mengangkat topik tentang program peningkatan kualitas para guru di daerah terpencil? Pernahkah kita mengangkat topik tentang target Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan akhir 2014 lalu yang menyatakan bahwa semua dosen perguruan tinggi harus memiliki gelar S-2? 

Sampai saat ini tercatat, dosen berkualifikasi akademik S-2/S-3 baru mencapai sekitar 66 persen atau sekitar 110 ribu dosen. Padahal, kita memiliki dari 3000 lebih lembaga pendidikan tinggi. Permasalahannya bukan pada dana, tapi kesulitan kita mendapatkan kandidat berkualitas, terutama untuk yang akan meneruskan studi di luar negeri.

Sebagai gambaran untuk program S-3 ke perguruan tinggi di Belanda, DIKTI bekerjasama dengan Netherlands Education Support Office (Neso) menargetkan mengirim 50 dosen calon doktor setiap tahun untuk studi di Belanda. Hasilnya? Tak sampai setengah dari target tersebut tercapai karena sedikitnya calon bisa memenuhi persyaratan yang ditetapkan perguruan tinggi di Belanda.

Topik tentang pengembangan kualitas guru mungkin tidak semenarik topik tentang pergantian menteri pendidikan, gonta-ganti kurikulum, atau topik tentang Ujian Nasional. Dikaitkan dengan konsep 'Keterampilan Abad 21', seharusnya kita berpikir, guru seperti apakah yang mampu mendidik siswa sehingga mereka memiliki 'Keterampilan Abad 21' itu? Apakah cukup dengan merevisi materi pengajaran, penambahan fasilitas pengajaran dan instrumen evaluasi, target siswa dengan 'Keterampilan Abad 21' bisa tercapai?

Sudah saatnya kita lebih kritis dan peduli tentang kualitas guru dan berusaha untuk meningkatkannya. Sudah saatnya kebijakan pendidikan nasional lebih menekankan pada pentingnya bangsa ini memiliki guru berdaya saing global, profesional, dan berkarakter. Guru yang tidak hanyamengajar, tapi mendidik siswa menjadi manusia yang berdaya saing global, profesional, dan berkarakter.

Maka, mari wujudkan Indonesia yang memiliki guru yang mampu membentuk kehidupan anak bangsa. Seperti kata Soekarno, "HOS Tjokroaminoto itulah yang membentuk seluruh kehidupan saya". 

Selamat Hari Pendidikan Nasional!

Penulis adalah pemerhati pendidikan dan bergiat sebagai koordinator tim beasiswa pada Netherlands Education Support Office di Jakarta