Science

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Tube

Biologi

Fisika

Gaya Hidup

Hot News

Kelas 7

Kelas 8

Gejala Gagal Ginjal Kronik yang Sering Diabaikan

 


TEMPO.CO, Jakarta - Banyak fungsi ginjal, termasuk membuang limbah alami dan air ekstra dari tubuh, membantu pembuatan sel darah merah, menyeimbangkan kadar mineral penting dalam tubuh, membantu menjaga tekanan darah, dan menjaga tulang tetap sehat. Menurut informasi yang disiarkan di laman Kementerian Kesehatan, gagal ginjal kronik terjadi bila kerusakan struktur dan atau fungsi ginjal berlangsung selama tiga bulan atau lebih. Masalah yang timbul akibat perubahan fungsi ginjal mendadak, tidak sampai tiga bulan, disebut gangguan ginjal akut.

Gejala gagal ginjal kronik bervariasi, termasuk mual, muntah, sakit kepala, mudah lelah, nafsu makan turun, gatal pada kulit, perubahan dalam jumlah dan frekuensi buang air kecil, pembengkakan pada kaki dan kelopak mata pada pagi hari, perut semakin membesar, sesak napas, kejang-kejang, hingga penurunan kesadaran.

Konsultan nefrologi dari Rumah Sakit Yashoda Hyderabad, India, Sashi Kiran, mengatakan penyakit ginjal kronis merupakan kondisi yang progresif, tidak menunjukkan gejala yang jelas sampai penyakit berkembang signifikan.


"Bahkan jika gejalanya muncul, pasien mungkin tidak menyadari itu disebabkan penyakit ginjal kronis. Karena itu, gejala-gejala pada tahap awal sering tidak disadari kebanyakan pasien. Namun, penting untuk diketahui jika didiagnosis sejak dini perkembangannya dapat diketahui," katanya, dikutip dari Hindustan Times.


Waspadai gejala awal

a menjelaskan beberapa gejala awal masalah ginjal yang perlu diwaspadai seperti kehilangan minat untuk makan dan mual jika memaksa mengonsumsi makanan. Kondisi demikian menyebabkan penurunan berat badan dari waktu ke waktu. Gejala awal lainnya yakni pembengkakan kaki setelah berjalan beberapa jam atau mata bengkak pada pagi hari, mudah lelah, serta buang air kecil lebih sering pada malam hari sehingga sulit tidur dan mengantuk pagi harinya.


Kiran juga mengatakan penderita gangguan ginjal mungkin merasa sulit untuk fokus pada studi atau pekerjaan. Menurutnya, kebanyakan penderita gangguan ginjal tekanan darahnya tinggi atau mengalami kenaikan tekanan darah. Ia menjelaskan gejala-gejala semacam itu sebaiknya tidak diabaikan karena deteksi dini penyakit ginjal kronis dapat membantu mengurangi kemungkinan perkembangannya secara signifikan.


Kementerian Kesehatan menyampaikan penyakit ginjal kronik dapat dicegah dengan melakukan pengecekan kesehatan secara berkala, menghindari asap rokok, rajin melakukan aktivitas fisik, pola makan seimbang, cukup istirahat, dan mengelola stres.


Pilihan Editor: Gejala Keracunan Vitamin D dan Penanganan agar Tak Sampai Berujung Kematian

Cara Belajar Biologi



Ilmu Biologi merupakan rumpun ilmu sains yang terbilang gampang-gampang susah. Ilmu biologi memerlukan ketelitian mendalam untuk mengerti istilah-istilah ilmiah dalam setiap pembahasannya. Untuk itu, berikut ulasan cara belajar biologi!

Cara Belajar Biologi

Ternyata belajar biologi tidak akan menjadi hal yang sulit dan membosankan jika kamu mengetahui beberapa teknik belajar yang tepat sehingga kosa kata ilmiah yang sulit dapat dengan mudah tersimpan dalam ingatan.

Apa saja cara belajar yang tepat itu?

1. Gunakanlah media yang benar.

Dalam setiap mata pelajaran memiliki karakter dan tingkat kesulitannya masing-masing. Sebagai seorang pelajar kamu harus mengerti dan memilah media apa yang cocok pada mata pelajaran. Untuk pelajaran biologi media sebaiknya yang digunakan adalah gambar.

Banyaknya rangkaian yang mencakup dalam setiap materi terutama untuk menjelaskan bagian-bagian dalam suatu organ sangat membutuhkan media gambar. Buatlah gambar berbentuk diagram untuk kalimat-kalimat ilmiah yang susah untuk dihafalkan.

2. Observasi

Melakukan observasi langsung dalam mempelajari ilmu biologi mampu membantu dalam mengingat setiap bagian yang ingin kamu ketahui.


Hal ini bisa kamu terapkan saat mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan. Sembari memahami materi yang tertulis dalam buku lakukanlah observasi pada tanaman sehingga kamu bisa secara langsung melihat apa yang ada dalam penjelasan buku.

3.  Pelajarilah Terminologinya

Memang sangat sulit mengingat kata ilmiah saat sedang memahami materi biologi, namun hal ini bisa diatasi dengan mempelajari terminologinya. Mencari tahu tentang definisi dari kata tersebut membuat lebih mudah mengingatnya.

4. Kerucutkan materi ke hal yang lebih spesifik

Hal ini bisa membuat belajar menjadi lebih mudah. Menyusun konsep materi dari hal yang paling umum ke hal yang paling kompleks.

penelitian spesifik

Untuk contohnya dalam belajar Klasifikasi makhluk hidup. Susunlah secara runtut materi mulai dari paling umum.

5. Buatlah Target

Susun target yang ingin dicapai pada satu materi pembelajaran. Target memudahkan dalam menentukan langka-langkah apa yang harus menjadi prioritas.

6. Membaca dan Menulis Kata Ilmiah

Memperbanyak membaca materi dan menulisnya kembali membuat ingatan semakin tajam. Tentu saja hal ini sangat membantu untuk mengingat kata-kata ilmiah.

Hakikat Ilmu Sains dan Metode Ilmiah.


 

A. Apa Itu  Sains?

 Sains adalah Biologi

BIOLOGI adalah ilmu tentang makhluk hidup. Ada banyak cabang cabang dalam Biologi. Misalnya, Zoologi  adalah ilmu tentang binatang; Botani  ilmu tentang tumbuhan; Entomologi ilmu tentang serangga; dan  Mikrobiologi ilmu tentang makhluk hidup yang  sangat kecil  dan hanya bisa  terlihat dengan bantuan mikroskop.

Sains adalah Fisika

FISIKA adalah ilmu tentang gejala dan  fenomena alam  dan  sifat  benda-benda di sekitar kita termasuk tentang perpindahan dan  energi. Beberapa cabang ilmu Fisika, misalnya Mekanika adalah ilmu tentang gerak benda; Elektronika ilmu tentang arus listrik dan magnet; dan  Optika  Geometris tentang alat-alat optik.

Sains adalah Kimia

KIMIA adalah ilmu tentang berbagai hal mengenai materi, yaitu  terbuat dari  apa,  sifat  dan perubahan dalam suatu reaksi kimia.  Cabang ilmu Kimia antara lain,  Farmasi yaitu  ilmu tentang obat[1]obatan; Radiokimia tentang zat-zat radioaktif; Kimia Organik tentang bahan- bahan kimia  yang  ada  pada makhluk hidup; serta Kimia Anorganik tentang bahan kimia dalam benda-benda.

Sains adalah Geologi

GEOLOGI adalah ilmu mengenai Bumi dan  perubahannya. Beberapa cabang ilmu Geologi antara lain,  Vulkanologi yaitu  ilmu tentang gunung berapi; Seismologi yaitu  ilmu tentang gempa bumi;  serta Palentologi yaitu  ilmu tentang fosil yang  dapat membantu kita mengetahui umur suatu tempat dan  kebudayaan zaman itu

Sains adalah Astronomi

ASTRONOMI adalah ilmu tentang planet, bintang dan  alam  semesta. Semua benda langit dipelajari dalam astronomi termasuk Matahari dan  terjadinya gerhana, komet, dan  asteroid.

Sains adalah Ekologi

EKOLOGI adalah ilmu tentang interaksi atau hubungan timbal balik  balik  antara makhluk hidup dengan lingkungan di sekitarnya. Bidang ilmu ini membahas tentang berbagai masalah lingkungan, misalnya polusi  udara, tanah, dan  air,  serta efek perubahan iklim dan kepunahan hewan tertentu.

Jadi apakah sebenarnya Sains itu?

“Sains adalah ilmu pengetahuan sistematis tentang alam  dan  dunia fisik” (https://kbbi.web.id/sains, 23 September 2020).

B. Laboratorium  IPA

Setiap ruangan memiliki alat-alat khusus sesuai fungsi  ruangan tersebut. Demikian pula ruang laboratorium IPA yang  berbeda dibandingkan ruang kelas. Laboratorium biasanya digunakan untuk melakukan percobaan atau eksperimen.

1.  Alat-alat Laboratorium IPA

Di dalam laboratorium terdapat alat-alat yang  digunakan oleh para ilmuwan untuk melakukan eksperimen dan  membuat pengamatan dengan tepat dan  akurat.



Berikut ini beberapa alat  laboratorium yang  akan di gunakan untuk berbagai percobaan IPA

·       gelas ukur (untuk mengukur bahan)

·         spatula (untuk mencampur bahan)

·         gelas kimia tabung reaksi

·         labu  Erlenmeyer (untuk mengamati benda berukuran sangat kecil)

·         mikroskop (untuk mengukur dengan tingkat ketelitian sampai seperseratus milimeter)

·         vernier caliper (untuk mengukur bahan)

·         neraca pegas

·         thermometer

·         (untuk mengamankan/menjepit alat  lain)

·         segitiga porselen tang krusibel statif

·         bosshead

·         klem

 

Ada banyak lagi alat-alat laboratorium lainnya, seperti : cawan petri, cermin, lensa, garpu tala, berbagai jenis  logam, kabel listrik dan  bola lampu serta macam-macam alat  ukur lainnya.

 2.  Menggambar Diagram Alat-alat Laboratorium

 Sering kali dalam membuat laporan percobaan, kalian perlu menggambarkan susunan alat yang  digunakan dalam percobaan tersebut. Sesuai kesepakatan ahli Sains di seluruh dunia, diagram alat  digambarkan dalam bentuk 2-dimensi (2D), yaitu  berupa kurva dan  garis.

 Berikut ini Diagram alat  digambarkan dalam bentuk 2-dimensi

 C. Merancang Percobaan

 Ilmuwan Sains bekerja seperti detektif dalam hal mengamati, bertanya, melakukan penyelidikan, mengumpulkan bukti-bukti lalu menyimpulkan. Cara kerja seperti ini disebut sebagai metode ilmiah.

 “Metode ilmiah  adalah cara atau pendekatan yang  dipakai dalam penelitian suatu ilmu” (https://kbbi.web. id/metode, 23 September 2020).

Tahapan-tahapan dalam metode ilmiah  tersebut dilakukan secara berurutan, yaitu  sebagai berikut.

  1. Melakukan pengamatan atau observasi.
  2. Membuat hipotesis dan  mengidentifikasi variabel.
  3. Membuat rancangan percobaan.
  4. Melakukan eksperimen atau percobaan.
  5. Mengumpulkan dan  menyajikan data.
  6. Menarik kesimpulan.

 1.  Pengamatan dalam Sains

 Pada saat menciptakan suatu penemuan, ide para ilmuwan Sains biasanya diilhami dari pengamatan yang  mereka lakukan di lingkungan sekitarnya. Dari pengamatan mereka inilah, munculnya pertanyaan yang  akan mereka teliti. Pertanyaan ini mereka uji dalam suatu penelitian. Inilah  tahapan pertama dalam metode ilmiah.

 2.  Penentuan Tujuan Percobaan

 Dari pengamatan di lingkungan sekitar, maka kita  menentukan dulu  masalah yang  akan diteliti. Dalam  konteks percobaan IPA, masalah ini dapat dituliskan dalam bentuk pertanyaan atau dalam bentuk pernyataan untuk diuji, yang  disebut juga  dengan tujuan percobaan.

 Tujuan percobaan haruslah dapat diuji, dapat dilakukan dan  bukan merupakan pendapat pribadi.

 3.  Menuliskan Hipotesis (Dugaan)

 Hipotesis merupakan perkiraan sementara atau dugaan dari  jawaban terhadap tujuan percobaan yang  akan diselidiki.

 Dengan kata  lain,  hipotesis itu harus bersifat logis atau masuk akal.  Hipotesis semakin lengkap apabila didukung oleh alasan dari  segi  ilmu Sains atau ilmiah.

 4.  Variabel-variabel

 Suatu variabel adalah faktor, kondisi, unsur, yang  dapat berupa angka atau jenis-jenis yang menentukan dalam suatu percobaan. Suatu percobaan memiliki tiga  macam variabel, yaitu variabel bebas, terikat dan  kontrol.

 “Variabel bebas adalah faktor, hal, atau unsur yang  dianggap dapat menentukan variabel lainnya” (https://kbbi.web.id/variabel, 23 September 2020).

Sedangkan “variabel terikat adalah gejala yang  muncul atau berubah dalam pola yang  teratur dan  biasa diamati atau karena berubahnya variabel lain”

(https://kbbi.web.id/variabel, 23 September 2020).

 Adapun variabel kontrol adalah faktor yang  dibuat tetap sama selama percobaan.

 5.  Prosedur Percobaan

 Dalam  merancang percobaan kita  perlu mempersiapkan segala alat-alat dan  bahan-bahan yang  diperlukan dan  membuat urutan langkah[1]langkah yang  rinci  yang  akan dilakukan dalam percobaan tersebut, agar tidak  ada  yang  terlupakan. Urutan langkah-langkah ini disebut juga  dengan prosedur percobaan.

 Berikut ini tahapan dalam merancang suatu percobaan.

  1. Menentukan tujuan percobaan berdasarkan pengamatan keadaan sekitar.
  2. Menuliskan hipotesis atau dugaan sementara hasil  percobaan.
  3. Mengidentifikasi variabel-variabel terkait dalam percobaan.
  4. Mendaftarkan alat  dan  bahan yang  dibutuhkan.
  5. Menuliskan prosedur percobaan.

 D. Pengukuran

 1.  Pengamatan Selama Eksperimen

 Pengamatan yang  dilakukan selama percobaan dapat dilakukan secara kualitatif, yaitu deskripsi dengan menggunakan kata-kata saja.

Pengamatan juga  dapat dilakukan secara kuantitatif atau dinyatakan dalam angka-angka. Pengukuran sangat penting dilakukan dalam suatu eksperimen untuk dapat memperoleh jawaban atas tujuan percobaan kita.  Pengukuran sangat erat kaitannya dengan besaran dan satuan dalam Sains.

 2.  Besaran

 Besaran adalah istilah yang  digunakan untuk menunjukkan pada sesuatu yang  bisa  diukur dan  memiliki nilai.  Contoh yang  diberikan di atas adalah volume  air yang  diukur dengan menggunakan gelas ukur, juga  suhu air setelah dipanaskan. Volume  dan  suhu adalah contoh besaran. Ada lagi banyak contoh besaran lainnya, misalnya panjang, massa, waktu, berat dan  sebagainya. Dalam  ilmu Sains, dikenal dua  macam besaran, yaitu  besaran pokok  dan besaran turunan.

Besaran Pokok adalah besaran yang  dijadikan dasar untuk menetapkan besaran lainnya.

Besaran Turunan adalah besaran yang  ditetapkan berdasarkan besaran pokok

Panjang dan  waktu adalah besaran pokok  sementara kecepatan adalah besaran turunan karena kecepatan dihitung dari  besaran pokok.  Ada lebih  banyak besaran turunan dibandingkan besaran pokok.

Tujuh  Besaran Pokok dan  Beberapa Contoh Besaran Turunan Disertai Satuan Standar Internasional (SI)

(Ingat PA WA I SU KA MA JU)



 3.  Satuan

 Dalam  melakukan pengukuran, agar seragam maka dianggap perlu untuk menetapkan suatu pembanding dalam pengukuran. Pembanding ini tetap, tidak  berubah-ubah dan  dapat digunakan secara umum di mana saja.  Inilah  yang  disebut sebagai satuan baku.

 4.  Teknik Pengukuran yang Benar

 Pemilihan alat  ukur  sangat penting agar dapat memperoleh hasil  percobaan yang  akurat. Pengukuran pun  perlu dilakukan dengan cermat agar hasilnya tepat.

Hal-hal  yang  harus diperhatikan ketika melakukan pengukuran yaitu  sebagai berikut.

 Selalu perhatikan bahwa alat  ukur  yang  digunakan selalu pada angka 0 sebelum kalian mulai  mengukur.

  1. Pastikan alat  ukur  yang  digunakan sudah mengukur secara tepat, misalnya jika mengukur suhu cairan, termometer ada  di dalam cairan, bukan di atasnya juga  tidak menyentuh wadah cairan. Bila mengukur waktu, stopwatch dinyalakan tepat pada saat percobaan mulai  dilakukan, dan  dihentikan tepat pada saat percobaan telah selesai.
  2. Selalu catat pengukuran disertai satuannya. Gunakan simbol  satuan yang  benar.
  3. Hindari kesalahan paralaks, di mana pengamatan tidak  dilakukan sejajar dengan skala benda terukur. Mata  kalian perlu sejajar dengan pembacaan skala pengukuran. Apabila terjadi kesalahan paralaks, maka hasil  pengukuran bisa  terlalu rendah atau terlalu tinggi dari  yang  semestinya.
  4. Segera mencatat hasil  pengukuran. Jangan mengandalkan ingatan saja  karena keterbatasan manusia mengingat.
  5. Cairan biasanya memiliki bentuk yang  tidak  rata atau cembung sehingga dalam mengukur volume  cairan, selalu bacalah skala pada sisi cembung cairan tersebut.

 E. Pelaporan Hasil Percobaan

 1.  Penyajian Data  Percobaan

 Setelah melakukan pengukuran dalam penyelidikan, hasilnya perlu kita  tunjukkan dalam bentuk yang  mudah dipahami oleh pembaca. Oleh karena itu digunakan bentuk tabel yang dilengkapi dengan besaran dan  satuan. Hasil  pengukuran ini sering disebut sebagai data percobaan.

Data  percobaan haruslah bisa  menjawab tujuan percobaan yang  telah kita  tetapkan dalam rancangan percobaan tersebut. Dengan kata  lain menyatakan hubungan antara variabel bebas dan  variabel terikat.

 2.  Menarik Kesimpulan

 Setelah menyajikan data, tentunya kita  perlu menyimpulkan hasil  percobaan kita.  Inilah bagian akhir dari  suatu penelitian, yaitu  menulis kesimpulan dari  data percobaan.

 3.  Melaporkan Hasil Percobaan secara Lengkap

 Suatu penelitian perlu dilaporkan secara lengkap agar percobaan tersebut dapat diulangi oleh peneliti Sains lainnya. Laporan ini terdiri atas rancangan dan  hasil  percobaan.

Bagian-bagian dari  suatu laporan percobaan adalah sebagai berikut.

a.      Tujuan Percobaan

b.      Hipotesis

c.       Variabel

d.      Alat dan  Bahan

e.      Prosedur

f.        Pengumpulan & Pengolahan Data  Percobaan

g.      Kesimpulan

 

Menstruasi

Menstruasi adalah keluarnya darah dari vagina karena siklus alami bulanan. Siklus ini merupakan bagian dari proses normal organ reproduksi wanita untuk mempersiapkan kehamilan.

Setiap bulannya, organ reproduksi wanita akan mempersiapkan kehamilan, yang ditandai dengan lepasnya sel telur dari indung telur dan penebalan dinding rahim. Jika tidak terjadi kehamilan, dinding rahim akan luruh dan keluar bersama darah melalui vagina. Keluarnya darah ini disebut sebagai menstruasi atau haid.



Menstruasi - Alodokter

Menstruasi merupakan salah satu tanda wanita memasuki masa pubertas. Haid pertama bisa datang lebih cepat atau lambat. Namun, rata-rata siklus menstruasi pertama dimulai pada usia 12 tahun, atau 2–3 tahun setelah payudara tumbuh. Siklus ini akan terus berlangsung sampai masuk masa menopause.

·        Fase Menstruasi

Siklus menstruasi pada wanita terbagi menjadi empat fase, yaitu:

·        Fase menstruasi

Fase menstruasi ditandai dengan luruhnya dinding rahim yang berisi pembuluh darah dan cairan lendir. Proses ini dimulai sejak hari pertama haid dan berlangsung selama 3–7 hari.

·        Fase folikular



Pada fase folikular, indung telur (ovarium) akan membentuk folikel yang isinya adalah sel telur belum matang. Folikel dan sel telur ini akan berkembang dan merangsang penebalan pada dinding rahim.

Fase folikular umumnya dimulai sejak hari pertama menstruasi dan berlangsung selama 11–27 hari, tergantung pada siklus masing-masing wanita.

·        Fase ovulasi

Fase ovulasi, atau disebut juga sebagai masa subur, terjadi ketika ovarium melepaskan sel telur yang sudah matang. Sel telur ini siap dibuahi oleh sperma di saluran indung telur. Namun, jika tidak dibuahi oleh sperma, sel telur akan melebur dalam 24 jam setelah terjadinya fase ovulasi.

Fase ovulasi umumnya terjadi pada hari ke-12 hingga 14 siklus menstruasi. Pada masa ini, vagina akan mengeluarkan lendir serviks.

·        Fase luteal

Fase luteal ditandai dengan berubahnya sel telur menjadi korpus luteum. Korpus ini akan melepaskan hormon yang mempertebal dinding rahim. Namun, jika tidak dibuahi oleh sperma, korpus luteum akan menyusut dan kembali diserap. Dengan begitu, lapisan rahim akan luruh selama menstruasi.

Fase luteal berlangsung selama 11–17 hari. Pada fase ini, gejala-gejala premenstrual syndrome (PMS) bisa terjadi.

Penyebab Menstruasi Tidak Normal

Normalnya, haid datang setiap 21–35 hari dengan lama menstruasi selama 3–7 hari. Pada fase menstruasi, wanita rata-rata mengeluarkan darah kurang dari 80 mililiter, atau sekitar 8−10 sendok makan.

Rentang waktu siklus haid pada setiap wanita bisa berbeda-beda. Namun, ada wanita yang mengalami kelainan siklus menstruasi, misalnya jadwal haid tidak teratur, dan volume darah yang keluar terlalu banyak (menorrhagia) atau justru terlalu sedikit (oligomenorea).

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan siklus menstruasi wanita tidak normal, yaitu:

1.     Menggunakan alat kontrasepsi dalam bentuk KB spiral (IUD)

2.     Mengonsumsi obat, seperti pil KB atau obat antidepresan

3.     Menderita penyakit seperti hipertiroidisme, hipotiroidisme, radang panggul, atau polycystic ovarian syndrome (PCOS)

4.     Menderita gangguan rahim, seperti miom

5.     Mengalami gangguan pola makan, misalnya bulimia, anoreksia nervosa, atau binge eating disorder

6.     Berolahraga terlalu berat dan diet terlalu ketat

7.     Sedang menyusui

8.     Mengalami stres berat

9.     Merokok

Gejala Menstruasi

Wanita yang sedang menstruasi dapat merasakan gejala tertentu pada dua fase, yaitu menjelang dan saat haid berlangsung. Berikut adalah penjelasannya:

 

Gejala pramenstruasi (PMS)

Pada siklus menstruasi, kadar hormon dalam tubuh akan berubah. Hal ini dapat memengaruhi fisik dan emosi sejak beberapa hari sebelum menstruasi. Gejala ini disebut sindrom pramenstruasi atau premenstrual syndrome (PMS).

Beberapa gejala yang dapat muncul saat pramenstruasi adalah:

1.     Sakit kepala

2.     Nyeri di payudara

3.     Timbul jerawat

4.     Perut kembung

5.     Perubahan suasana hati (mood swing)

6.     Perubahan gairah seks

Gejala di atas bisa berlangsung selama 6–7 hari, yaitu 4 hari sebelum menstruasi dan 2–3 hari sesudah haid.

Gejala saat menstruasi

Pada saat haid berlangsung, kontraksi rahim dan perubahan hormon bisa menimbulkan gejala menstruasi yang biasanya terjadi selama 1–3 hari.

Gejala yang dirasakan pada saat menstruasi meliputi:

1.     Sakit perut bagian bawah (dismenore)

2.     Nyeri di bagian pinggul, punggung bagian bawah dan paha bagian dalam

3.     Sakit kepala

4.     Pusing

5.     Mual

6.     Diare

7.     Lemas

Gejala haid akan berkurang seiring bertambahnya usia, atau bahkan hilang ketika sudah melahirkan.

 

Kapan harus ke dokter

Lama serta volume perdarahan pada siklus haid bisa berbeda-beda. Oleh sebab itu, sebaiknya catat siklus menstruasi agar dapat segera menyadari jika ada gangguan haid.

Perubahan pada siklus haid bisa menandakan adanya masalah kesehatan. Segera ke dokter jika mengalami tanda-tanda kelainan menstruasi, seperti:

1.     Jadwal haid yang tidak teratur, seperti tidak menstruasi lebih dari 3 bulan, atau haid lebih cepat dari 21 hari

2.     Darah yang keluar saat menstruasi sangat banyak

3.     Perdarahan lebih dari 7 hari

4.     Perdarahan di luar siklus menstruasi

5.     Gejala haid lebih berat daripada biasanya

6.     Menstruasi disertai pucat, sangat lemas, keringat dingin, dan linglung

Segera bawa anak perempuan Anda ke dokter jika ia belum juga mengalami haid setelah berusia 16 tahun atau lebih.

Diagnosis Gangguan Menstruasi

Untuk mendiagnosis gangguan menstruasi, dokter akan menanyakan seputar siklus menstruasi dan penyakit yang pernah dialami pasien. Setelah itu, dokter akan melakukan tes fisik, termasuk pemeriksaan panggul, guna mendeteksi tumor atau radang.

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis, antara lain:

1.     Tes darah, untuk mendeteksi anemia, gangguan tiroid, atau penyakit lain

2.     Pap smear, untuk mendiagnosis kanker serviks

3.     Pemeriksaan cairan vagina, untuk mendeteksi kemungkinan penyakit infeksi menular seksual

4.     USG rahim, untuk memeriksa kemungkinan miom atau kista ovarium

5.     Biopsi (pengambilan sampel jaringan dari dinding rahim), untuk mendiagnosis ketidakseimbangan hormon, endometriosis, atau sel kanker

6.     Pengobatan Gangguan Menstruasi

Penanganan untuk mengatasi gangguan menstruasi tergantung pada gejala yang dialami. Berikut ini adalah penjelasannya:

 

·       Nyeri

Untuk meredakan nyeri ketika menjelang atau saat menstruasi, penderita bisa mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol, asam mefenamat, atau ibuprofen.

·       Jadwal haid tidak teratur

Untuk memperlancar haid, pasien bisa membeli obat pelancar haid atau berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan meresepkan obat yang mengandung hormon estrogen dan progesteron, seperti pil KB.

·       Perdarahan menstruasi yang berlebihan

Untuk mencegah anemia akibat perdarahan berlebihan saat menstruasi, dokter akan menganjurkan pasien untuk membeli suplemen penambah darah yang dijual bebas di apotek. Selain itu, dokter juga dapat memberikan suntik progestin.

Pada beberapa kasus, dokter akan melakukan operasi untuk mengatasi kelainan menstruasi akibat penyakit tertentu, seperti endometriosis dan miom.

Komplikasi Gangguan Menstruasi

Gangguan menstruasi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan kurang darah (anemia). Hal ini terjadi akibat perdarahan menstruasi yang berlebihan dan berlangsung lama. Penderita juga berisiko mengalami gangguan kesuburan.

Pencegahan Gangguan Menstruasi

Gejala yang muncul pada siklus menstruasi memang sulit dihindari. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meredakan sakit saat haid, yaitu:

1.     Konsumsilah makanan bergizi lengkap dan seimbang.

2.     Perbanyak konsumsi makanan dan minuman berkalsium tinggi seperti, yoghurt dan sayuran hijau.

3.     Kurangi konsumsi gula, garam, dan makanan

4.     Hindari minuman yang mengandung kafein, soda, atau

5.     Kompres hangat di area perut.

6.     Jangan merokok.

7.     Lakukan olahraga dan istirahat yang cukup.

8.     Kelola stres dengan baik, misalnya lewat teknik relaksasi.

9.     Mandi dengan air hangat.