Science

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Tube

Biologi

Fisika

Gaya Hidup

Hot News

Kelas 7

Kelas 8

Perkembangbiakan Vegetatif dan Generatif pada Tumbuhan

Setiap makhluk hidup berkembang biak untuk melestarikan jenisnya, termasuk tumbuhan. Cara berkembang biak tumbuhan terbagi menjadi dua, yakni vegetatif dan generatif.

Perkembangbiakan tumbuhan yang tidak memerlukan campur tangan manusia adalah perkembangbiakan secara alamiah.

Sedangkan perkembangbiakan tumbuhan dengan bantuan manusia adalah perkembangbiakan buatan. Umumnya perkembangbiakan buatan tumbuhan terjadi secara vegetatif.

Umumnya perkembangbiakan buatan tumbuhan terjadi secara vegetatif.

Berikut penjelasan mengenai perkembangbiakan tumbuhan, baik secara generatif maupun vegetatif.

Perkembangbiakan Vegetatif pada Tumbuhan dan Contohnya

Perkembangbiakan vegetatif adalah perkembangbiakan tumbuhan tanpa proses penyerbukan. Perkembangbiakan vegetatif terbagi menjadi dua, yakni alami (tanpa bantuan manusia) dan buatan (dengan bantuan manusia).

Berikut beberapa cara berkembang biak tumbuhan vegetatif, 

1. Perkembangbiakan Vegetatif Alami

a. Umbi Lapis


Di antara lapisan yang ada pada umbi lapis, terdapat bakal tunas. Bakal tunas pada umbi lapis yang ditanam akan tumbuh menjadi tunas.

Tunas tersebut kemudian akan tumbuh menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan dengan cara berkembang biak seperti ini adalah bawang putih dan bawang bombay.

b. Spora


Spora adalah inti sel, akan tetapi pada perkembang biakan vegetati alami, inti sel ini akan berubah menjadi alat perkembangbiakan.

Spora berada di kotak spora (sporangium), yang mana kotak spora terletak di dalam sorus, yakni kumpulan kotak spora.

Apabila sporangium pecah, spora akan jatuh ke tempat yang cocok dan akan menghasilkan tumbuhan baru. Salah satu contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan spora adalah tumbuhan paku.

c. Tunas Adventif


Tunas adventif adalah tumbuhan yang tidak tumbuhan dari batang, melainkan pada bagian tumbuhan lainnya.

Tunas dapat tumbuh di daun atau akar tumbuhan, yang nantinya tunas tersebut nantinya akan menjadi tumbuhan baru. Contoh tumbuhan yang memiliki tunas adventif adalah sukun dan cemara.

d. Akar Tinggal (Rimpang)


Akar tinggal atau rimpang adalah batang yang tumbuh secara mendatar di dalam tanah. Akar tinggal terdiri dari ruas-ruas dan setiap bagian buku ruas dapat menjadi tumbuhnya tunas baru. Contoh tumbuhan berkembang biak dengan akar tinggal adalah jahe dan kunyit.

e. Geragih


Geragih adalah batang yang tumbuh menjalar di atas permukaan tanah. Menyerupai akar tinggal, geragih juga terdiri atas ruas-ruas.

Ruas-ruas tersebut akan menjadi tempat tumbuhnya tunas dan akar baru. Salah satu contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan geragih adalah stroberi.

2. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan

a. Stek/Setek

Stek adalah cara perkembangbiakan yang menggunakan bagian daun atau batang tumbuhan. Cara memotong bagian tumbuhan yang akan distek akan memengaruhi hasil stek.

Stek Batang

Stek Daun

Pemotongan batang secara miring lebih bagus daripada pemotongan secara lurus atau rata. Jika penampang batang berukuran lebih lebar, maka jumlah akar yang tumbuh akan lebih banyak.

Akar yang banyak akan memiliki kemampuan menyerap air lebih banyak. Tidak hanya itu, tumbuhan juga menjadi lebih kokoh dan tumbuh subur.

b. Cangkok


Cara melakukan cangkok adalah dengan mengelupas bagian lapisan kulit batang dan menghilangkan kambium pada batang.

Selanjutnya batang dibungkus menggunakan serabut kelapa atau dapat juga diberi plastik yang sudah dilubangi.

Dalam waktu beberapa minggu, pada batang yang dicangkok akan muncul akar. Dengan demikian batang tersebut siap untuk ditanam.

Perlu diketahui bahwa tidak semua tumbuhan dapat dicangkok. Hanya tumbuhan yang berkambium yang dapat dicangkok. Tumbuhan juga harus dalam keadaan tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua.

c. Mengenten/Sambung

Perkembangbiakan buatan ini dilakukan dengan menggabungkan dua jenis tanaman yang berbeda, tetapi dengan bagian akar dan pokok batang berasal dari satu tanaman.


Cara berkembang biak mengenten dilakukan untuk menggabungkan dua sifat unggul dari dua jenis tanaman.

Contohnya, salah satu tumbuhan memiliki buah dengan rasa manis, sedangkan lainnya memiliki keunggulan akar yang kuat tetapi buahnya tidak manis. Maka metode mengenten pada kedua tersebut akan menghasilkan tumbuhan berakar kuat dan berbuah manis.

Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan dan Contohnya

Dijelaskan dalam buku Saya Ingin Pintar Ilmu Pengetahuan Alam untuk Kelas VI Semester I Sekolah Dasar oleh Momon Sulaeman, perkembangbiakan generatif pada tumbuhan dapat terjadi apabila sel jantan dan sel betina bertemu sehingga terjadi pembuahan.

Proses pembuahan diawali dengan menempelnya serbuk sari pada kepala putik. Peristiwa ini disebut dengan penyerbukan

Benang sari adalah sel kelamin jantan pada tumbuhan, sedangkan putik adalah sel kelamin betina pada tumbuhan.

Benang sari terdiri diri dari tangkai sari dan kepala sari, di mana di dalamnya ruang berisi serbuk sari.

Serbuk sari yang ada di benang sari berperan sebagai sel kelamin jantan saat terjadi pembuahan. Sementara putik terdiri atas bakal buah, tangkai putik, dan kepala putik.

Berdasarkan kelengkapan alat perkembangbiakan, bunga terbagi menjadi dua, yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.

Bunga sempurna adalah bunga yang memiliki dua sel kelamin, sedangkan bunga tidak sempurna hanya memiliki salah satu sel kelamin, baik benang sari ataupun putik.

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penyerbukan

Penyerbukan merupakan awal tahap terjadinya pembuahan. Tahap ini dapat terjadi karena bantuan yang berasal dari luar.

Bantuan-bantuan tersebut dapat berasal dari angin, air, hewan, dan juga tumbuhan.

- Bantuan penyerbukan oleh angin

Angin dapat menggerakkan bunga yang memiliki kepala sari mudah goyang. Hal ini tentunya dapat membantu tumbuhan dalam proses perkembangbiakan.

Tidak hanya itu, serbuk sari yang dihasilkan juga banyak, ringan, dan kering. Beberapa tumbuhan yang perkembangbiakannya dibantu oleh angin adalah, padi, jagung, dan rumpur.

- Bantuan penyerbukan oleh air

Air juga dapat membantu proses perkembangbiakan tumbuhan, baik air hujan ataupun air sungai. Bantuan air dalam pertemuan benang sari dan putik dapat terjadi pada beberapa jenis tumbuhan darat dan tumbuhan air.

- Bantuan penyerbukan oleh hewan

Ada beberapa hewan yang turut membantu proses perkembangbiakan tumbuhan di antaranya kupu-kupu, lebah, semut, siput, tikus, dan kelelawar.

Penyerbukan dengan bantuan hewan terjadi pada beberapa tumbuhan seperti, mangga, jeruk, dan jambu.

- Bantuan penyerbukan oleh manusia

Penyerbukan dengan bantuan manusia merupakan satu-satunya penyerbukan yang termasuk dalam perkembangbiakan generatif buatan.

Bantuan manusia biasanya diberikan secara sengaja, yakni dengan mempercepat tanaman dalam menghasilkan keturunan.

Tahap setelah penyerbukan adalah masuknya serbuk sari ke saluran yang ada di tangkai putik menuju bakal buah. Dalam perjalanannya menuju bakal buah, serbuk sari berubah menjadi spermatozoa. Paling sedikitnya, akan ada dua spermatozoa yang sampai ke bakal buah.

Ketika sampai di bakal buah, maka terjadi tahap pembuahan, yakni salah satu spermatozoa membuahi sel telur sehingga terjadi menghasilkan zigot. Semetara spermatozoa lainnya akan membuahi sel lain yang selanjutnya akan berkembang menjadi jaringan-jaringan pada biji. Secara bersamaan, di dalam buah akan terbentuk biji dan bakal buah berkembang menjadi buah.

Biji sebagai Alat Perkembangbiakan Generatif

Biji yang terbentuk hasil tahap penyerbukan dan pembuahan akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Hal ini dikarenakan adanya embrio di dalam biji tersebut.

Ada tumbuhan yang memiliki satu keping biji dan ada juga yang dua. Baik satu ataupun dua keping biji, keduanya memiliki embrio yang memiliki bakal tunas dan bakal akar.

Apabila tumbuhan tumbuh dan berkembang di tempat yang baik, maka bakal tunas akan tumbuh terus menerus menjadi tunas dewasa.

Apabila biji matang ditanam, maka biji akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Kotiledon adalah makanan yang dibutuhkan pada tahap awal pertumbuhan.

Kemudian secara berkala tanaman baru tersebut akan membentuk daun. Setelahnya, tumbuhan akan siap untuk membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis.


PKB MGMP IPA Kelompok MTs NU MOJOSARI "Materi Sumber Bahan Makanan"

PKB MGMP IPA Kelompok MTs NU MOJOSARI "Materi Sumber Bahan Makanan"


Berdasarkan gambar di bawah, coba kalian ingat makanan yang kalian makan tadi pagi.
Coba hitung kalorinya. Kirakira apakah sarapan yang kalian makan memberi energi yang cukup untuk kebutuhan kalian  pelajari sampai siang hari? 

Jika sudah mencukupi beri alasannya.

Jika belum apa yang harus kalian lakukan untuk mencukupinya?

Sebagai informasi, belajar membutuhkan sekitar 90 kalori (90 kal) sedangkan berpikir membutuhkan sekitar 320 kalori (320 kal) per harinya.


Gerak pada Mahluk Hidup dan benda

Halo anak-anak, tahukah kamu bahwa semua makhluk hidup itu bergerak? Bahkan tumbuhan yang kelihatannya diam saja, ternyata bergerak, lhoNah, pada artikel ini, kita bahas bersama yuk mengenai gerak pada makhluk hidup. Eitsenggak hanya itu aja, ada juga penjelasan tentang macam-macam gerak yang terjadi pada sebuah objek/benda juga. Ayo mulai!
gerak pada makhluk hidup
Walau sebenarnya gerak terjadi pada semua makhluk hiduptetapi tidak semuanya dapat kita amati. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa gerakan yang membutuhkan waktu dan terjadi sedikit demi sedikit. Gerak pada makhluk hidup dibagi menjadi dua, yaitu gerak pada hewan dan gerak pada tumbuhan.

Gerak pada Makhluk Hidup
Secara ilmiah, gerak pada makhluk hidup adalah suatu bentuk reaksi makhluk hidup terhadap rangsangan. Hewan mempunyai alat gerak aktif seperti kaki, sayap, atau sirip maka gerakan yang terjadi disebut dengan gerak aktif. Sementara bagi tumbuhan yang tidak mempunyai alat gerak aktif, geraknya disebut dengan gerak pasif.
1. Gerak pada Tumbuhan
Berdasarkan macam rangsangnya, gerak yang terjadi pada tumbuhan dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu gerak autonomy (endonom), gerak esionom, dan gerak higroskopis.
  • Gerak Autonomy
Gerakan yang tidak diketahui secara jelas penyebabnya, ilmuwan menduga gerakan ini berasal dari dalam tumbuhan itu sendiri. Contohnya, gerak plasma sel.
  • Gerak Esionom
Terjadi pada tumbuhan karena adanya rangsangan dari luar, gerak esionom dibedakan menjadi 3, seperti di bawah ini.
Tropisme: Gerak tumbuh pada tumbuhan untuk menjauhi atau mendekati rangsangan, misalnya fototropisme, geotropism, hidroteopisme.
Contoh fototropisme, tumbuhan mendekati sumber cahaya (Sumber: pathwayz.org)
Taksis: Berpindah tempat untuk menuju atau menjauhi arah datangnya rangsangan, misalnya kemotaksis dan fototaksis.
Nasti: Melakukan reaksi terhadap rangsangan dari luar yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh rangsangan, misalnya seismonasti, niktinasti, dan termonasti.
  • Gerak Higroskopis
Gerak bagian tumbuhan yang terjadi karena perubahan kadar air dari sel-selnya, sehingga tumbuhan tersebut mengalami pengerutan yang tidak sama pada bagian-bagiannya. Misalnya, terbukanya buah cemara.
gerak pada makhluk hidup
Buah cemara yang mengering akan terbuka (Sumber : icd.uni-stuttgart.de)
Buah cemara yang sudah matang akan kering lalu segmen-segmen buahnya akan terbuka seperti yang terjadi di atas.
2. Gerak pada Hewan
Pada umumnya, hewan invertebrata mempunyai alat gerak khusus, misalnya mollusca menggunakan kaki otot seperti bekicot. Colenterata menggunakan tentakel seperti ubur-ubur, dan masih banyak lagi hewan invertebrata lain yang mempunyai alat gerak khusus. Sementara, pada vertebrata terdapat tulang dan otot sebagai alat gerak, otot berperan sebagai alat gerak aktif dan tulang sebagai alat gerak pasif, contoh alat gerak pada vertebrata, misalnya kaki, sirip, atau sayap.
gerak pada makhluk hidup
Selain mempunyai kaki, burung juga mempunyai sayap untuk bergerak/terbang (Sumber: giphy.com)
Burung menggunakan sayap untuk bergerak (terbang) dengan gabungan otot yang kuat dan tulang yang ringankepakan sayap burung akan membuat gaya angkat yang memungkinkan burung untuk terbang.
Setelah kita mengetahui gerakan yang terjadi pada makhluk hidup, sekarang kita akan membahas gerakan yang terjadi pada sebuah benda.
3. Gerak pada Benda 
Merupakan sebuah sebuah perubahan kedudukan benda terhadap suatu titik acuan yang diam. Maksud dari titik acuan adalah titik awal benda tersebut berada, atau titik tempat pengamat itu berada.
  • Gerak menurut Keadaan Benda
Gerak sebenarnyaGerak benda yang benar-benar terjadi ditinjau dari titik acuan yang diam. Contohnya kelapa jatuh dari pohon menuju tanah.
gerak pada makhluk hidup
Kelapa jatuh (sumber: giphy.com)
Jika dijelaskan secara ilmiah, kelapa yang ada di pohon berada pada titik acuan "A" kemudian karena sudah masak, maka kelapa tersebut jatuh ke tanah. Saat kelapa ada di tanah, maka kelapa ada pada titik acuan "B". Karena adanya perpindahan titik acuan, maka kelapa tersebut dikatakan bergerak, dengan bentuk gerak sebenarnya (objeknya berpindah).
Gerak semuGerak tidak nyata yang dihasilkan karena gerakan pengamat. Jadi, benda itu sebenarnya diam, tetapi terlihat bergerak karena gerakan yang dilakukan pengamat. Contohnya matahari terbit dan terbenam, sebenarnya matahari diam, tetapi karena bumi berotasi, maka matahari seolah bergerak terbit dan terbenam.
gerak pada makhluk hidup
Matahari terbit (Sumber: giphy.com)
Nah, gerakan-gerakan yang terjadi pada sebuah benda dapat dikelompokkan lho Squad, menurut bentuk lintasan bendanya.
  • Gerak menurut Lintasan Benda
Gerak lurus: Gerakan yang lintasannya berbentuk garis lurus. Ada 2 jenis pada gerakan garis lurus, yaitu Gerak Lurus Beraturan (GLB) dan Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB).
Gerak melingkar: Gerakan yang lintasannya melingkar, misalnya gerakan pada jarum jam.
Gerak parabola: Gerakan benda yang lintasannya berbentuk lingkaran tidak penuh, misalnya gerakan bola yang ditendang saat tendangan bebas dan membentuk sudut kemiringan tertentu.
gerak pada makhluk hidup
Bola yang ditendang akan menghasilkan lintasan yang berbentuk parabolik (Sumber: giphy.com)
Squad, begitulah penjelasan mengenai gerak pada makhluk hidup, gak nyangka kan kamu kalau tumbuhan bergerak juga? Kesimpulannya adalah semua benda mati atau makhluk hidup bergerak, tetapi bentuk gerakannya berbeda satu sama yang lain. Jika makhluk hidup bergerak karena rangsangan, benda mati bergerak karena adanya gaya yang diberikan kepada benda tersebut.
Ada baiknya agar kamu tambah paham dengan artikel ini, kamu bisa melihat penjelasan videonya di ruangbelajar, di sana nggak hanya ada video tentang topik ini, tetapi semua topik mata pelajaran lho!

CAMPURAN : SUSPENSI, LARUTAN DAN KOLOID

CAMPURAN : SUSPENSI, LARUTAN DAN KOLOID

Campuran terdiri dari Campuran Heterogen (suspensikoloid) dan Campuran Homogen (larutan)Campuran adalah materi yang tersusun dari dua atau lebih zata dengan komposisi tetap dan memiliki sifat-sifat zat asalnya.






Suatu materi yang tersusun atas dua atau lebih zat dengan komposisi tidak tetap dan masih memiliki sifat – sifat zat asalnya dinamakan campuran. Dengan kata lain, suatu jenis materi dikatakan campuran apabila materi tersebut memiliki keragaman dalam komposisi dan sifat – sifat zat asalnya masih tampak. Campuran zat dikenal secara langsung disebabkan keragaman komponen penyusunnya. Walaupun demikian, kadang – kadang komponen penyusun campuran demikian halus, sehingga apabila diamati tanpa bantuan alat mikroskop sukar dibedakan komponen – komponen penyusunnya.
Jika suatu zat dicampurkan dengan zat lain, akan terjadi penyebaran secara merata dari suatu zat ke dalam zat lain yang disebut dengan sistem dispersi. Tepung kanji jika dimasukkan ke dalam air panas akan membentuk sistem dispersi dimana air sebagai medium pedispersi dan tepung kanji sebagai zat terdispersi / fase terdispersi.
Berdasarkaan ukuran partikelnya, campuran dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu larutan,koloid dan suspensi. Secara sepintas, perbedaan antara suspensi kasar dengan larutan (sering disebut larutan sejati) akan tampak jelas dari homogenitasnya, tetapi antara larutan dengankoloid atau antara koloid dengan suspensi kasar akan sulit dibedakan.

A. SUSPENSI

Suspensi adalah sistem dispersi dimana partikel yang ukurannya relatif besar tersebar merata di dalam medium pendispersinya. Pada umumnya, sistem dispersi merupakan campuran yang heterogen. Sebagai contoh adalah endapan hasil reaksi atau pasir yang dicampur dengan air. Dalam sistem dispersi tersebut, partikel – partikel terdispersi dapat diamati dengan mikroskop dan bahkan dengan mata.
Suspensi merupakan sistem dispersi yang tidak stabil sehingga jika tidak diaduk terus menerus akan mengendap akibat gaya gravitasi bumi. Cepat lambatnya suspensi mengendap tergantung pada besar kecilnya ukuran partikel zat terdispersi. Semakin besar ukuran partikel zat terdispersi, semakin cepat terjadinya proses pengendapan. Untuk memisahkan suspensi, dapat dilakukan dengan proses penyaringan (filtrasi). Oleh karena ukuran partikelnya besar, zat – zat yang terdispersi akan tertinggal di kertas saring.
Endapan hasil reaksi berupa suspensi yang ukurannya sangat kecil sangat sukar terpisah. Untuk mempercepat pemisahan, dapat dilakukan dengan sentrifugasi dengan menggunakan alat sentrifugasi (alat pemutar dengan kecepatan tinggi).

B. LARUTAN

Larutan adalah sistem dispersi yang ukuran partikel – partikelnya sangat kecil sehingga tidak dapat dibedakan (diamati) antara partikel pendispersi dengan partikel terdispersi, walaupun menggunakan mikroskop dengan tingkat pembesaran yang tinggi (mikroskop ultra).
Tingkatan ukuran partikel larutan adalah molekul atau ion – ion sehingga larutan merupakan campuran yang homogen dan sukar dipisahkan dengan penyaringan atau alat sentrifugasi.
Oleh karena ukuran partikel zat terdispersi dengan medium pendispersinya hamper sama, sifat zat pendispersi dalam larutan akan terpengaruh (berubah) dengan adanya zat terdispersi. Sebagai contoh, jika ke dalam air ditambahkan garam dapur, air akan membeku di bawah 0oC. Semakin banyak garam yang ditambahkan, semakin besar penurunan titik bekunya.

C. KOLOID

Koloid berasal dari kata “kolia” yang dalam bahasa Yunani berarti “lem”. Istilah koloid pertama kali diperkenalkan oleh Thomas Graham (1861) berdasarkan pengamatannya terhadap gelatin yang merupakan kristal, tetapi sukar mengalami difusi. Oleh karena itu, zat semacam gelatin ini kemudian disebut sebagai koloid. Koloid atau disebut juga dispersi koloid atau sistem koloid sebenarnya merupakan sistem dispersi dengan ukuran partikel yang lebih besar dari larutan, tetapi lebih kecil dari suspensi.
Pada umumnya, koloid mempunyai ukuran partikel antara 1 nm sampai dengan 100 nm. Beberapa koloid tampak jelas secara fisik, misalnya santan, susu, dan lem, tetapi beberapa koloid sepintas tampak seperti larutan, misalnya larutan kanji yang encer dan agar – agar yang masih cair. Oleh karena ukuran partikelnya relatif kecil, sistem koloid tidak dapat diamati dengan mata, tetapi dapat diamati dengan mikroskop dengan tingkat pembesaran yang tinggi (mikroskop ultra).
Beberapa koloid dapat terpisah jika didiamkan dalam waktu yang relatif lama meskipun tidak semuanya, misalnya koloid belerang dalamair dan santan. Beberapa koloid yang lain sukar terpisah, misalnya lem, cat, dan tinta. Perbedaan secara umum antara suspensi, koloid, dan larutan dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel perbedaan suspensi, koloid dan larutan
PerbedaanSuspensiKoloidLarutan
Ukuran partikel>100 nm1 – 100 nm< 1 nm
Penampilan fisikKeruh, partikel terdispersi dapat diamati langsung dengan mataKeruh – jernih,partikel terdispersinya hanya dapat diamati dengan mikroskop ultraJernih, partikel terdispersi tidak dapat diamati dengan mikroskop ultra
Kestabilan (jika didiamkan)Mudah terpisah (mengendap)Sukar terpisah (relatif stabil)Tidak terpisah (sangat stabil)
Cara pemisahanFiltrasi (penyaringan)Tidak dapat disaringTidak dapat disaring
Kita dapat menjumpai campuran yang tergolong suspensi, koloid dan larutan dalam kehidupan sehari – hari.
  • Contoh suspensi : campuran air dengan pasir, air sungai yang keruh, campuran air dengan minyak dan campuran kopi dengan air.
  • Contoh koloid : mentega, selai, susu, sabun, santan, jeli, dan mayonaise.
  • Contoh larutan : udara yang bersih, alkohol 70%, larutan garam, larutan cuka, larutan gula, spirtus, air laut, dan bensin.
Terkadang suatu campuran mengandung zat terlarut, zat koloid dan suspensi sekaligus. Misalnya air sungai, mengandung pasir dan zat kasar lainnya. Ketika disaring, terdapat partikel koloid selain zat terlarut.
Demikian ulasan mengenai campuran yang terdiri dari suspensi, koloid dan larutan. Jika ada masukan, saran ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat…..
Sumber:
Purba, M.(2007). KIMIA: untuk SMA Kelas XI. Erlangga: Jakarta
Sudarmo, U.(2013). KIMIA: Untuk SMA/MA Kelas XI, Kelompok Peminatan Matematika dan Ilmu Alam. Erlangga: Jakarta
Sunarya, Y.(2007). KIMIA UMUM: Berdasarkan prinsip – prinsip kimia modern.Alkemi Grafisindo Press: Bandung